Paku, 24 Agustus 2026 – Di tengah musim kemarau panjang yang berdampak pada cuaca ekstrem dan kekeringan di berbagai daerah, keluarga besar SMAN 1 Paku menggelar ibadah Shalat Istisqa (shalat memohon hujan) berjamaah. Kegiatan yang berlangsung khusyuk ini dilaksanakan di lapangan utama sekolah pada Senin pagi, diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru. Pelaksanaan Shalat Istisqa ini digelar sebagai tindak lanjut langsung atas imbauan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. Mengingat dampak kemarau yang mulai mengganggu kenyamanan proses belajar-mengajar akibat debu dan panas ekstrem, Dinas Pendidikan Provinsi mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk melaksanakan doa bersama dan Shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual (jalur langit) dalam menghadapi bencana kekeringan ini.
Sebelum pelaksanaan shalat, para siswa SMAN 1 Paku telah diimbau untuk menyiapkan diri dengan menjaga wudhu dan mengenakan pakaian seragam yang bersih serta sederhana sesuai tuntunan sunnah.Tepat pukul [08.00] WIB, rangkaian ibadah dimulai dengan pelaksanaan Shalat Istisqa dua rakaat yang dipimpin oleh Bapak H. Samsuni Anwar. Suasana haru dan khidmat begitu terasa saat takbir tambahan dikumandangkan di tengah lapangan sekolah yang gersang.Setelah shalat selesai, khatib menyampaikan khutbahnya yang mengingatkan seluruh jemaah bahwa musibah kekeringan ini adalah momentum bagi manusia untuk mengevaluasi diri, meninggalkan maksiat, memperbanyak sedekah, dan mengencangkan istighfar. Khatib mengutip Surah Nuh ayat 10-11 tentang bagaimana istighfar dapat menjadi kunci dibukanya pintu-pintu langit untuk menurunkan hujan yang lebat.

Momen paling menyentuh terjadi pada khutbah kedua. Mengikuti sunnah Rasulullah SAW, khatib membalikkan posisi sorbannya sebagai simbol optimisme dan harapan akan perubahan keadaan—dari kesulitan kemarau menuju kemudahan dan kesuburan yang dibawa oleh air hujan.Sambil mengangkat tangan tinggi-tinggi menghadap kiblat, seluruh jemaah SMAN 1 Paku tertunduk khusyuk mengaminkan doa-doa tobat serta permohonan ampunan untuk seluruh umat Muslim (Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat...), ditutup dengan doa sapu jagat. Beberapa siswa dan guru terlihat larut dalam kepasrahan yang mendalam demi memohon keselamatan daerah mereka dari bencana kekeringan.

Kepala SMAN 1 Paku, Bapak Wayan Sila Putra, menyampaikan apresiasinya atas arahan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi yang dinilai sangat tepat momennya. Selain sebagai bentuk ketaatan terhadap instruksi dinas, kegiatan ini juga menjadi media pendidikan karakter (character building) yang nyata bagi siswa."Melalui Shalat Istisqa ini, kita menjalankan instruksi dari Kepala Dinas Provinsi sekaligus mengajarkan kepada anak-anak secara langsung bahwa tempat kembali terbaik dari segala ujian alam adalah Allah SWT. Ini melatih sifat tawakal, peduli lingkungan, dan kepekaan sosial siswa SMAN 1 Paku," ujarnya.Keluarga besar SMAN 1 Paku berharap, ikhtiar bersama yang digerakkan serentak di bawah imbauan dinas provinsi ini diridhai oleh Allah SWT, sehingga hujan yang berkah, membawa manfaat, dan menyuburkan bumi bisa segera turun di wilayah kita sekalian. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.